Review Buku Berani Tidak Disukai, Kamu Berani Gak?

Dusta kehidupan yang paling besar dari semuanya merupakan tak hidup di sini di saat ini. buanglah semua dusta kehidupan mu dan tanpa merasa takut, arahkan lah lampu sorot yang sangat terang berderang itu kepada hidupmu di sini saat ini. itu merupakan sesuatu yang bisa kamu lakukan.

Mungkin ini merupakan fenomena yang banyak terjadi di Jepang: Hikikomori semacam mengisolasi diri di kamar.

Tiap kegiatan dilakukan di kamar: makan, baca komik / buku, nonton film. Di tahun 2016 saja, pada Jepang ada kurang lebih 541 ribu orang yang terkena sindrom hikikomori yang berkisar di antara umur 15 sampai dengan 39 tahun.

Bahkan 35% nya sudah mengalami ansos sepanjang 7 tahun. Ada banyak faktor yang memicunya. Salah satunya merupakan ia dianiyaya oleh orangtuanya lalu tumbuh dewasa tanpa pernah merasakan kasih sayang.

Itulah kenapa ia takut berinteraksi bersama orang dan itulah kenapa ia tak bisa keluar. Faktor lainnya merupakan tekanan hidup.

Luka batin seseorang atau trauma menyebabkan ketidak bahagiaannya di saat ini. pada buku ini ada selipan pentingnya membaca juga.

Kita baca buku berani tidak disukai yang baru lalu mendapatkan pengetahuan yang baru. pada dasarnya, kita terus terusan mengumpulkan pengetahuan.

Makin banyak dibaca, maka makin naik juga pengetahuan yang kita dapatkan. Kita menemukan konsep – konsep baru mengenai nilai, dan untuk kita, kelihatannya hal tersebut akan mengubah kita.

Namun sebetulnya tidak peduli berapa banyak pun pengetahuan yang kita dapatkan, pribadi serta watak kita pada dasarnya tak akan pernah berubah.

Jika pondasi kita bengkok, maka semua yang sudah kita pelajari akan berakhir sia – sia, semua pengetahuan yang kita dapatkan akan runtuh di sekitar kita.

Jadi, kita tak akan bisa berubah dikarenakan diri kita sendiri berulang ulang membuat keputusan agar tak berubah.

Kita tak cukup berani hanya untuk memilih gaya hidup yang baru. dengan kata lain, kita tak cukup berani untuk jadi bahagia, itulah kenapa kita tak bahagia. Gaya hidup bukanlah sesuatu yang ada sejak lahir, namun pilihan kita sendiri, kita pasti bisa memilihnya lagi sejak awal.

Sekarang ini kita juga tak bisa merasakan kebahagiaan sejati. Kita mendapatkan bahwa hidup ini sulit bahkan kita juga berharap kita bisa lahir lagi sebagai orang yang bahagia.

Namun kita saat ini tak bahagia karena kita sendiri lah yang memilih untuk menjadi tak bahagia, bukan karna kita tak dilahirkan di bawah bintang kesialan.

Kita tak punya kepercayaan serta selalu pesimis kepada semua hal. Dan sepertinya kita terlalu canggung karena mengkhawatirkan mengenai pandangan orang lain serta hidup dengan rasa tak pede.