Review Buku Filosofi Teras, Pedoman Hidup Untuk Kita

Sebuah buku yang tepat memang bisa menjadi sebuah obat untuk para pembacanya. Buku sendiri bisa menjadi sebuah obat rindu, obat kepada masalah teknis, serta obat untuk meluruskan komunikasi, maupun obat untuk masalah psikologi.

Salah satu buku obat yang cukup menarik adalah Filosofi teras: Filsafat Yunani Romawi Kuno untuk Mental Tangguh Masa Kini yang dibuat dan ditulis oleh Henry Manampiring di tahun 2019 yang merupakan cetakan keempat.

Buku dengan tebal 344 halaman ini diterbitkan oleh Kompas Gramedia. Walaupun memakai kata filsafat, tetapi Manampiring tak menyajikannya dengan bahasa yang sulit tapi justru mudah dipahami alaupun kita belum pernah belajar tentang filsafat itu.

Bahkan manamprong memakai istilah filosofi teras sebagai pengganti dari istilah filsafat stoisisme. Ada 2 kunci utama yang mau disampaikan oleh buku ini.

Pertama, hidup seharusnya terbebas dari emosi yang negative. Caranya adalah dengan cara fokuskan diri untuk hal – hal yang bisa dikendalikan.

Lalu kedua, hidup seharusnya mengasah kebajikan. Kebajikan yang dimaksud merupakan penerimaan maupun rasa syukur di dalam menjalankan hidup dari hal – hal yang tak bisa dikendalikan.

Buku ini berangkat dari filosofi Epictetus yang merupakan seorang filosof Stoa di masa Yunani Kuno. Epictetus memberikan penyataan, “Ada sesuatu yang bisa dikendalikan, ada sesuatu yang tak bisa dikendalikan.”

Contoh hal – hal yang tak akan bisa kendalikan adalah di mana kita lahir, jenis kelamin kita apa, etnis kita apa, ataupun siapa orang tua kita.

Kita tak bisa memilih semua itu, dimana hal ini berarti hal tersebut tak bisa kita kendalikan, kita hanya bisa menerimanya.

Selain hal – hal itu, ada banyak lagi hal lainnya yang ternyata tak bisa kita kendalikan. Contohnya seperti reputasi, kekayaan, hingga kesehatan.

Mungkin kalian berpikir bahwa kesehatan bisa dikendalikan dengan cara istirahat cukup, menjaga pola makan, kebugaran badan, dan lain – lain.

Sebenarnya betul, namun ada kalanya kita bisa tetap saja sakit walaupun sudah menjaga kesehatan kita, begitu juga dengan kekayaan serta reputasi.

Tak ada jaminan kalau kita bisa hidup kaya raya serta punya reputasi yang baik. Walaupun kita sangat mau dan mengusahakannya, rezeki bisa datang serta pergi secepat kilat.

Buku ini mau membuat kita ingat kalau jika kita terlalu fokus pada hal – hal yang tak bisa kita kendalikan, maka akan menimbulkan efek yang negative kepada psikologi serta fisik kita.

Misalnya, kita jadi mudah stress dan juga punya badan yang kurus kerontang. Bahkan, tak jarang pula orang mengalami gangguan kejiwaan karena terobsesi mau terkenal atau mau kaya.

Solusinya ada 2, pertama kita harus menerima bahwa memang ada hal yang tak dapat kita kendalikan. Lalu kedua, kita harus mengalihkan fokus hanya pada hal – hal yang bisa kita kendalikan yaitu bagaimana pertimbangan kita kepada kondisi yang saat ini kita hadapi, gimana cara menyikapi keadaan, maupun hal lainnya yang punya kaitan dengan kedewasaan berpikir dan juga merasa yang semuanya bergantung kepada diri kita sendiri.